Sabtu, 22 Februari 2014
MENGAGUMI RASULULLAH S.A.W
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahir-Rahmanir-Rahim...
Ketika Rasulullah SAW sedang bertawaf mengelilingi Ka’bah, beliau mendengar seorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir, “Ya, Karim! Ya, Karim!” Lalu, Nabi SAW menirunya, “Ya, Karim! Ya, Karim!” Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, lalu berzikir lagi. Nabi Muhammad SAW pun kembali mengikutinya.
Seakan merasa seperti diolok-olok, orang itu menoleh ke belakang. Terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah dan tampan, yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata,
“Wahai, orang tampan, apakah engkau memang sengaja memperolok-olokku karena aku ini adalah orang Arab Badui? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Rasulullah SAW pun tersenyum, lalu bertanya,
“Tidakkah engkau mengenali nabimu, wahai, orang Badui?”
Orang itu menjawab, “Belum.”
Lalu, Rasulullah bertanya,
“Jadi, bagaimana engkau beriman kepadanya?”
Si Badui kembali berkata dengan mantap,
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya walaupun saya belum pernah melihatnya. Saya membenarkan putusannya sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya.”
“Wahai, orang Badui, ketahuilah, aku ini nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat,” tutur Rasulullah SAW. Melihat Nabi SAW di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?” Nabi SAW menjawab, “Ya.”
Ia segera menunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah SAW. Melihat hal itu, Nabi SAW segera menarik tubuh orang Badui itu seraya berkata kepadanya, “Wahai, orang Badui, janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur dan yang minta dihormati atau diagungkan. Akan tetapi, demi berita gembira bagi orang yang beriman dan demi berita ancaman bagi yang mengingkarinya.”
Ada dua makna penting dalam kisah di atas yang dapat dijadikan pelajaran. Pertama, terkait dengan kebanggaan tiada tara seorang hamba bertemu dengan Nabi SAW, pembawa kebenaran di dunia dan pemberi syafaat di akhirat kelak. Gerakan tunduk untuk mencium kaki Rasulullah merupakan perilaku spontan yang dilakukan orang biasa karena mendapatkan sesuatu yang tak terhingga. Hal ini wajar sebab tidak semua umat dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.
Kedua, yang lebih penting dari pertemuan orang Badui dengan Rasulullah SAW itu adalah kecintaan terhadap Nabi SAW bukan dengan cara memujanya, seperti mencium kaki dan lain sebagainya. Rasulullah tidak ingin memosisikan diri di hadapan umatnya laksana tuan dan budak.
Kecintaan dan kekaguman terhadap Rasulullah SAW hendaknya direfleksikan dari perilaku yang mencerminkan ketaatan terhadap ajarannya, bukan pada pribadinya secara fisik. Kita tak menemukan Rasulullah dalam bentuk fisik, tetapi ajaran kebenaran yang disampaikannya akan tetap “hidup” dan menjadi cahaya sepanjang zaman. Selama itu pula, umat akan merasakan kehadiran Rasulullah SAW sekaligus menghormatinya.
Kesetiaan dan kekaguman kepada Rasulullah saat ini akan memiliki derajat yang sama dengan orang yang bertemu secara langsung tatkala kita menjadi umat yang taat dan selalu menegakkan syiar Islam yang diajarkannya.
Wallahu'alam bishshawab
Wabilahi Taufik Wal Hidayah
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
RENUNGAN KEHIDUPAN DARI HABIBANA.
telah Ditumbuhkan Nya
tetumbuhan dari permukaan
Bumi dengan berjuta jenis.., ada
yg menjadi Buah2an beragam
rasa sayuran, pohon yg rindang
dan bunga bunga yg Indah,
hewan hewan ternak, serangga,
burung burung, sebagai
makanan, bahan rumah,
penghibur, dan bermacam macam
manfaat bagi para keturunan
Adam as yg menghuni Bumi Nya,
dan tak satupun dari segalanya
itu hidup dan Lahir dimuka bumi
dari keinginan mereka sendiri,
sebagian dari mereka diberi Nya
izin tinggal sesaat, lalu berpindah
ke alam barzakh, adapula yg
diizinkan Nya tinggal di Bumi Nya
sehari, sebulan setahun, bahkan
seratus tahun..
masing masing tinggal di bumi
dan saling mendahului satu sama
lain untuk mencapai Barzakh, yg
ditinggal akan kehilangan dan
sedih pada yg meninggalkan,
demikianlah Bumi Mencatat
memori historinya setiap detik
sejak turunnya Adam as hingga
hari akhir kelak, perpisahan telah
terjadi sejak semua trilyunan sel
itu berkumpul di sulbi Adam as,
ada kelompok yg terdahulu,
meninggalkan sel2 saudaranya
untuk menghuni alam rahim Siti
Hawa, lalu milyaran sel dari
kelompok pertama itu menanti di
gerbang Alam Rahim Hawa,
ternyata hanya dua dari mereka
yg ditentukan menghuni alam
rahimnya, dan sisanya wafat
dalam Kewibawaan Takdir Nya,
menjadi pendahulu ke alam
barzakh...
lalu berangkatlah kelompok
kedua, milyaran sel itupun
meninggalkan sulbi Adam as
menuju Rahim Siti Hawa, maka
hanya dua sel saja yg diizinkan
menghuninya, maka perpisahan
pun terjadi, demikian dan
demikian setiap kejap perpisahan
terjadi di alam sulbi, di alam
rahim, di alam dunia, di alam
Barzakh dan di hari kiamat..
masing masing saling mendahului
satu sama lain. Tiadalah
kehidupan terkecuali pasti
menemui kematian, tiadalah
perkumpulan terkecuali menemui
perpisahan, dan kesemua yg ada
diatas tanah, akan kembali ke
tanah..,
sebesar apapun dan semewah
apapun gedung dan perumahan..,
tetap akan mengalami
kehancuran, tidak beda antara
kaya dan miskin, pejabat dan
budak, tua dan muda, lelaki dan
wanita, terhormat mulia atau
penjahat keji, kesemuanya sama
akan kembali kedalam bumi
sebagai bangkai yg menjadi
santapan hewan didasar bumi,
ini semua merupakan Lambang
Bahwa Dia Lah Yang Maha tunggal
menguasai Keabadian dan
kehidupan..,
tetumbuhan dari permukaan
Bumi dengan berjuta jenis.., ada
yg menjadi Buah2an beragam
rasa sayuran, pohon yg rindang
dan bunga bunga yg Indah,
hewan hewan ternak, serangga,
burung burung, sebagai
makanan, bahan rumah,
penghibur, dan bermacam macam
manfaat bagi para keturunan
Adam as yg menghuni Bumi Nya,
dan tak satupun dari segalanya
itu hidup dan Lahir dimuka bumi
dari keinginan mereka sendiri,
sebagian dari mereka diberi Nya
izin tinggal sesaat, lalu berpindah
ke alam barzakh, adapula yg
diizinkan Nya tinggal di Bumi Nya
sehari, sebulan setahun, bahkan
seratus tahun..
masing masing tinggal di bumi
dan saling mendahului satu sama
lain untuk mencapai Barzakh, yg
ditinggal akan kehilangan dan
sedih pada yg meninggalkan,
demikianlah Bumi Mencatat
memori historinya setiap detik
sejak turunnya Adam as hingga
hari akhir kelak, perpisahan telah
terjadi sejak semua trilyunan sel
itu berkumpul di sulbi Adam as,
ada kelompok yg terdahulu,
meninggalkan sel2 saudaranya
untuk menghuni alam rahim Siti
Hawa, lalu milyaran sel dari
kelompok pertama itu menanti di
gerbang Alam Rahim Hawa,
ternyata hanya dua dari mereka
yg ditentukan menghuni alam
rahimnya, dan sisanya wafat
dalam Kewibawaan Takdir Nya,
menjadi pendahulu ke alam
barzakh...
lalu berangkatlah kelompok
kedua, milyaran sel itupun
meninggalkan sulbi Adam as
menuju Rahim Siti Hawa, maka
hanya dua sel saja yg diizinkan
menghuninya, maka perpisahan
pun terjadi, demikian dan
demikian setiap kejap perpisahan
terjadi di alam sulbi, di alam
rahim, di alam dunia, di alam
Barzakh dan di hari kiamat..
masing masing saling mendahului
satu sama lain. Tiadalah
kehidupan terkecuali pasti
menemui kematian, tiadalah
perkumpulan terkecuali menemui
perpisahan, dan kesemua yg ada
diatas tanah, akan kembali ke
tanah..,
sebesar apapun dan semewah
apapun gedung dan perumahan..,
tetap akan mengalami
kehancuran, tidak beda antara
kaya dan miskin, pejabat dan
budak, tua dan muda, lelaki dan
wanita, terhormat mulia atau
penjahat keji, kesemuanya sama
akan kembali kedalam bumi
sebagai bangkai yg menjadi
santapan hewan didasar bumi,
ini semua merupakan Lambang
Bahwa Dia Lah Yang Maha tunggal
menguasai Keabadian dan
kehidupan..,
Langganan:
Postingan (Atom)